Beberapa Teknik Basuh Otak Dalam Iklan Komersial Di Televisi

Iklan TV, layaknya iklan kebanyakan, lebih dari sekedar fakta sederhana. Teknik psikologis yang mutakhir dipakai untuk mengajak, membujuk dan merayu penonton. Perhatikan iklan-iklan berikutnya ketika Anda menonton TV.

Kebingungan
Beberapa iklan TV memperlihatkan tumpukan gambar aneh. Hal ini menciptakan fatwa Anda overload dan menciptakan Anda lebih gampang untuk dibujuk.

Pengulangan
Mengulang nama atau slogan produk adalah teknik iklan klasik. Seperti memalu paku, pengulangan perjalanan pulang. Berapa kali anda menyaksikan iklan yang serupa berulang-ulang dalam satu jam?

Asosiasi 
Iklan akan menampilkan gambar dari produk yang menciptakan Anda berpikiran sama dengan yang penjual inginkan. Sebuah mobil yang ditunjukkan dengan harimau menunjukkan mobil tersebut cepat dan besar lengan berkuasa.

Percaya
Iklan akan memperlihatkan badut, anak anjing dan bawah umur untuk mengatakan, “ini tidak akan menyakiti Anda.” Atau mereka mungkin memperlihatkan ruang besi bank atau gunung untuk mengatakan, “solid dan dapat diandalkan.”

Menjual hal-hal berbau Seksual 
Sulit untuk mengabaikan laki-laki dan wanita seksi ketika mereka bekerjasama dengan sesuatu di TV. Dan iklan “perjaka berjumpa cewek” menyampaikan, efeknya, “ini akan menciptakan anda menerima pasangan.”


Iklan Televisi dan Cuci Otak

Iklan sangat berkaitan akrab dengan kehidupan setiap orang. Baik menyangkut iklan komersial atau iklan layanan masyarakat senantiasa menghipnotis proses pengambilan keputusan seseorang dalam menentukan atau menjauhi suatu barang atau jasa.

Iklan harus pandai, hangat, jelas dan mudah dicerna, disamping itu juga harus bisa mengubah opini bahkan sikap penduduk , utamanya dalam keputusan membeli sebuah produk dengan brand tertentu. Dengan demikian manajemen dan teknologi periklanan sangat besar lengan berkuasa terhadap efektivitas sebuah iklan.

Iklan menjadi bagian dari taktik penawaran khusus perusahaan yang terpenting. Tak heran belanja iklan secara nasional terus bertambah, jikalau pada tahun 2008 mencapai Rp. 41, 7 triliun, Rp. 2009 sebesar 48,5 triliun, maka 2010 melambung jadi Rp. 62 triliun. Di mana sekitar 60 persen diserap televisi, sisanya menyebar ke media cetak, radio dan media online.

Selain penampilan dan kemasan iklan yang menawan, penayangan iklan pun harus sempurna, khususnya pada program televisi yang mempesona dan banyak penontonnya. Tak heran bila harga slot iklan di sebuah sinetron mencapai Rp 50 juta/spot 30 second. Makin menawan sebuah acara televisi, ditandai dengan tingginya rating (persentasi rumah atau individu yang melihat acara tertentu dalam sebuah abad tertentu), maka semakin banyak pemasang iklan.

Untuk lebih jelas perihal iklan televisi, silahkan datangi postingan Iklan Televisi dan Cuci Otak
________________
Sumber:
eHow
PantonaNews