Microsoft Excel: Kustomisasi Grafik/Chart Hitam Putih Untuk Publikasi Akademik

Terkadang setiap publisher (jurnal atau buku) memiliki aturan yang berlainan beda. Ada kalanya mereka mendapatkan gambar atau grafik apa adanya, ada kalanya mereka menghimbau author untuk mengikuti format yang sudah ditawarkan. Format ini kadang kala menciptakan kita resah bagaimana cara membuatnya. Salah satu misalnya anda mesti membuat grafik seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Contoh format grafik untuk akademis

Pada gambar 1, tampakada beberapa hal yang mungkin kita belum tahu bagaimana cara membuatnya (dalam masalah ini memakai excel). Seperti batas atas dan kanan (axis) yang mempunyai titik penunjukukuran (tick-mark), legenda di dalam grafik, ataupun mungkin anda perlu menjadikan angka besar (misal jutaan) menjadi angka satuan (dengan keterangan “dalam ribuan”, “jutaan”, dsb). Bagaimana menjadikannya?

Dalam tutorial di situs indowhiz ini, akan dibagi menjadi beberapa materi dalam membuat grafik seperti gambar di atas, yaitu:

Baca Juga: Pemula di Bidang Data Science? Yuk Pelajari 4 Module Python Ini!

Persiapan Data

Sebelum membuat grafik, kita perlu mempersiapkan data. Masukkan data ke Excel dan beri judul kolom untuk mempermudah pengubahan di masa mendatang. Jadikan satu kolom di sebelah kiri selaku angka pada horizontal axis (dalam acuan ini kolom “Tahun”), yang mampu dilihat mirip pada Gambar 2.

Gambar 2. Contoh data untuk membuat format grafik

A. Pembuatan Grafik Multi Kolom (multi data)

Misal kita akan membuat grafik untuk dua data, yaitu “Primer” dan “Sekunder”, dengan 2 garis di dalam grafik. Dua garis data tersebut dibedakan menjadi garis solid dan garis putus-putus. Legenda pada grafik tersebut ingin diletakkan di sisi kanan bawah, tetapi di dalam area grafik.

Penting

Khusus untuk grafik multi kolom, pastikan data berada pada ukuran yang sama, misal keduanya sama-sama dalam persen (0% – 100%).

Gambar 3. Contoh grafik multi data

Pada bab ini, langkah-langkah dalam excel untuk membuat grafik mirip pada Gambar 3 adalah:

1. Memilih data

klik dan blok data yang hendak diseleksi, sekaligus dengan data horizontal axis (misal kolom Tahun).

Gambar 4. Memilih data

^ Kembali ke Daftar Isi

2. Insert chart

Disini kita perlu menciptakan chart baru apalagi dahulu, dan mulanya mampu diseleksi jenis grafik yang mendekati.

Gambar 5. Membuat grafik gres (berjenis “Line”)

Untuk membuat grafik permulaan, tindakan nya mampu dilihat pada Gambar 5. Jika dideskripsikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Pilih Menu Insert.
  2. Pilih “Recommended Chart“.
  3. Setelah masuk pada dialog Insert Chart, pilih tab “All Chart“,
  4. Pilih jenis “Line” chart (hasil simpulan dalam contoh ini memakai jenis Line),
  5. Pilih grafik dengan 2 garis, dan tahun sebagai horizontal axis.
  6. Klik Ok.

maka akan keluar hasil seperti pada Gambar 6. Dapat dilihat bahwa, secara default, cuma ada 2 axis. Horizontal Axis (X) di bawah, dan Vertical Axis (Y) di sisi kiri.

Gambar 6. Grafik gres (berjenis “Line”)

Maka dalam contoh kali ini, kita memerlukan axis pemanis di segi kanan dan atas, komplemen ini disebut “Secondary Axis“.

^ Kembali ke Daftar Isi

Baca Juga: Mengenal Konsep Sistem Informasi Manajemen (SIM)

3. Pembuatan secondary axis

Secondary axis merupakan axis aksesori di sisi atas maupun sisi kanan. Untuk menampilkannya, klik kanan pada suatu garis data manapun (primer atau sekunder), lalu pilih “Change Series Chart Type…” mirip terlihat pada Gambar 7.

Gambar 7. Memilih sajian Change Series Chart Type

Lalu pada dialog box change chart type, di pojok kanan bawah, pilih salah satu data untuk dijadikan secondary axis (cukup satu saja!), seperti terlihat pada Gambar 8.

Gambar 8. Memilih salah satu data selaku dasar secondary axis

Setelah itu, maka akan keluar satu lagi axis di kanan mirip pada Gambar 9. Mungkin ukuran masih belum sesuai antara sisi kanan dan segi kiri (dalam acuan ini, ukuran masih belum sama, segi kiri 1-100, di sisi kanan 0-80). Hal ini masuk akal, tidak perlu cemas, nanti akan kita atur lagi.

Gambar 9. Hasil penambahan permulaan untuk secondary axis (Vertical)

Setelah Vertical Axis di segi kanan muncul, kini saatnya memperbesar Horizontal Axis di segi atas. Hal ini sangat gampang, caranya: klik sajian Design > Add Chart Element > axes > lalu pilih Secondary Horizontal. Maka anda mampu menyaksikan ada dua keterangan tahun (bab bawah dan atas) mirip pada Gambar 10.

Gambar 10. Hasil penambahan Secondary Horizontal axis

Saat ini, semestinya ada telah memiliki kedua secondary axis (di sisi kanan dan atas). Maka berikutnya, kita mulai menertibkan kesesuaian grafik kita dengan format yang diharapkan. Dalam acuan kali ini, kita akan mencoba menciptakan format grafik multi data seperti pada Gambar 3.

^ Kembali ke Daftar Isi

4. Menghapus gridlines

Pada Gambar 3, format grafik tidak menampilkan gridline (garis-garis melintang di tengah). Apabila anda memang butuh untuk menghapusnya, maka langkah-langkahnya ditunjukkan pada Gambar 11.

Gambar 11. Langkah menghapus gridlines

Secara deskriptif, cukup memilih sajian Design > Add Chart Element > Gridlines > kemudian klik “Primary Major Horizontal” untuk me-nonaktifkan-nya.

Gambar 12. Grafik tanpa gridlines

Saat ini seharusnya isi grafik anda telah higienis dari garis lain selain garis data mirip pada Gambar 12.

^ Kembali ke Daftar Isi

5. Mengatur horizontal axis (sisi bawah)

Sekarang saatnya kita menertibkan kedua horizontal axis terlebih dahulu. Perlu dikenang, bahwa kedua horizontal axis mesti dalam ukuran yang sama dan setting yang sama pula, untuk menerima hasil yang tepat.

Gambar 13. Menu Format Axis

Klik kanan pada angka-angka (tahun) di horizontal axis bawah, kemudian pilih Format Axis. Maka anda akan disuguhkan kumpulan sajian format di bab kanan excel, untuk meng-kustomisasi grafik anda (dikala ini untuk mengontrol horizontal axis bawah) mirip terlihat pada Gambar 13.

Gambar 14. Opsi Kustomisasi Format Horizontal Axis (untuk sisi bawah)

Axis position ialah opsi untuk meletakkan angka, apakah lurus dengan garis penunjukmayor (on tick marks) atau ada diantara dua penunjukmayor (between tick marks). Dalam contoh kali ini kita menggunakan opsi “on tick marks”. Major tick marks di set ke “Outside”.

Hal lain yang perlu diperhatikan, untuk mengurangi angka label biar lebih rapi dan gampang terbaca, set “Specify interval unit” menjadi 5, artinya angka cuma akan tampakdalam lima tahunan seperti pada gambar 14.

Catatan

Tick marks ialah garis penunjukukuran, dalam excel dibagi menjadi Major dan Minor (lihat gambar 15). Major ialah garis penanda terpanjang dan umumnya mempunyai angka. Minor merupakan garis pendek yang jaraknya lebih kecil daripada unit major. Dalam penggaris, Units Major berjarak setiap 1 cm, dan minor berjarak setiap 0.5 cm. Khusus dalam penggaris, ada sub-minor berjarak 0.1 cm, yang tidak akan didapatkan di grafik excel.

Gambar 15. Tick Marks pada penggaris

Agar terlihat lebih jelas, warna perlu diganti menjadi lebih hitam, caranya yaitu, pilih gambar bejana (Fill & Line) di hidangan format, lalu pada kategori “Line“, pilih solid line, dan ubah warna menjadi hitam pekat, yang ditunjukkan pada Gambar 16.

Gambar 16. Ubah warna Horizontal Axis (bawah) menjadi Hitam

^ Kembali ke Daftar Isi

6. Mengatur horizontal axis (segi atas)

Horizontal axis bagian bawah telah selesai, dan kita perlu menyesuaikan untuk axis bab atas. Caranya nyaris sama dengan gambar 14, dan 16. Meski begitu, kita tidak perlu menampilkan label angka di bab atas.

Penting

Diingatkan kembali, bahwa kedua horizontal axis harus memiliki setting axis position dan tick marks yang serupa persis, untuk menerima hasil yang tepat.

Klik kanan pada Horizontal axis bagian atas, pilih format axis, ikuti bimbingan pada Gambar 14 dan Gambar 16 di atas.

Setelah itu, saatnya menghapus label di Horizontal axis bagian atas. Dengan perkiraan pengaturan yang sama dengan gambar 14, perlu ada perubahan perhiasan pada Label Position menjadi “None” seperti pada gambar 17.

Gambar 17. Menghapus label Horizontal Axis (Atas)

Dalam langkah ini, maka sebaiknya kedua Horizontal Axis telah sesuai dengan format yang diperlukan. saatnya beralih ke Vertical Axis.

^ Kembali ke Daftar Isi

7. Mengatur vertical axis (segi kiri)

Dalam mengendalikan vertical axis, tidak jauh berlainan dengan horizontal axis. Saat ini, garis axis kanan maupun kiri masih tidak terlihat, hal ini alasannya warna masih belum diset. Untuk itu, klik kanan pada axis di sisi kiri, kemudian pilih format axis. Lalu untuk mengganti warna vertical axis menjadi hitam, dapat dilihat kembali bimbingan pada gambar 16.

Jika garis sudah muncul, saatnya mengontrol vertical axis bagian kiri. Klik tombol axis option yang ditunjukkan dengan angka 1 pada gambar 18.

Gambar 18. Pengaturan Vertical Axis (Kiri)

Penting

Perlu diingat bahwa ukuran “Bounds” (batas nilai atas dan bawah) mesti sama antara axis kiri dan kanan, dimana pada Gambar 18, ditunjukkan nilai bounds antara 0 sampai 100.

Selain itu, semoga angka pada axis tidak terlalu rapat (mirip vertical axis kiri pada gambar 17), kita mampu mengendalikan jarak tiap tampilan angka pada bagian “Units“, dalam acuan kali ini alasannya nilai bounds antara 0 sampai 100, kita dapat mengganti Major menjadi 20, dan minor menjadi 5.

Catatan

bila anda kurang paham wacana bab Units ini, pada acuan gambar penggaris di gambar 15, Units Major penggaris bernilai 1 cm, dan minor bernilai 0.5 cm.

Pada opsi Tick Marks, Major dan Minor kita set dengan Outside, semoga sesuai dengan horizontal axis. Maka jika semua telah diset, grafik anda akan tampil mirip pada Gambar 19.

Gambar 19. Hasil Pengaturan Vertical Axis (Kiri)

^ Kembali ke Daftar Isi

8. Mengatur vertical axis (segi kanan)

Dalam mengendalikan vertical axis bagian kanan, perlu untuk memperlihatkan garisnya apalagi dulu supaya lebih mudah dalam mengaturnya. Klik kanan pada axis di segi kanan, kemudian pilih format axis. Lalu untuk mengganti warna vertical axis menjadi hitam, mampu dilihat kembali bimbingan pada gambar 16.

Jika garis telah timbul, saatnya mengontrol vertical axis bab kanan. Klik tombol axis option yang ditunjukkan dengan angka 1 pada gambar 19.

Gambar 20. Pengaturan Vertical Axis (Kanan)

Dalam menertibkan Vertical axis kanan, mirip pada gambar 20, bahwa nilai “Bounds“, “Units“, maupun “Tick Marks“, harus sama persis dengan nilai pada axis kiri (Gambar 18). Hal ini bertujuan untuk menciptakan ukuran yang serupa antara axis sisi kanan dan sisi kiri.

Namun, satu hal yang berlawanan, ialah kita tidak memerlukan label angka di segi kanan, maka pada bagian “Label Position“, pilih “None” (Gambar 20 nomor 4). Maka jika semua telah diset, grafik anda akan tampil seperti pada Gambar 21, dimana semua garis axis telah sesuai format yang diinginkan.

Gambar 21. Hasil pengaturan seluruh garis Axis

^ Kembali ke Daftar Isi

9. Pengaturan dan pewarnaan Garis Data Grafik

Sekarang saatnya mengatur dan mewarna garis data yang kita miliki. Klik kanan pada salah satu garis data anda lalu pilih “Format Data Series…“, lalu klik tombol “Fill & Line” yang dapat dilihat pada Gambar 22 nomor 1.

Gambar 22. Mengatur dan mewarna garis data primer

Pilih “Solid Line” lalu ganti warna menjadi hitam seperti pada Gambar 22 nomor 3. Untuk ukuran width, cukup diisi dengan 1 pt (semoga tidak terlampau tebal). Untuk jenis garisnya, pada “Dash type” pilih “Solid“. Pengaturan garis data Primer cukup sampai disini, kita beralih mengatur garis kedua (sekunder).

Gambar 23. Memilih garis data yang lain

Dalam menentukan garis kedua, anda mampu mengklik eksklusif garis data pada grafik. Namun kalau kedua data anda saling menutupi (mirip pada gambar 1) maka anda akan kesusahan untuk mengklik garis kedua. Maka, untuk memilih garis kedua, dapat melalui sajian “Series Option” lalu pilih series yang lain (dalam pola ini, klik pada series “Sekunder”).

Gambar 24. Mengatur dan mewarna garis data sekunder

Pengaturan garis data sekunder tidak jauh beda dengan pengaturan pada data primer. Namun, untuk membedakan kedua garis data (garis Primer dan Sekunder), maka untuk garis sekunder, pada “Dash type” pilih “Dash” mirip pada gambar 24.

Apabila semua garis data sudah diset, grafik anda akan tampil seperti pada Gambar 25.

Gambar 25. Hasil pengaturan kedua garis data

Catatan

Harap perhatikan bahwa grafik dalam jurnal biasanya tidak berwarna (hitam putih). Oleh alasannya adalah itu, Untuk membedakan antara garis data yang berbeda dalam plot/grafik yang serupa, mampu menggunakan perbedaan ketebalan dan/atau perbedaan format garis (garis solid, putus-putus, bertitik, dll.)

^ Kembali ke Daftar Isi

10. Pengaturan label axis

Setiap axis mesti diberi label untuk mendeskripsikan satuan angkanya. Dalam contoh ini, Horizontal Axis merupakan tahun, dan Vertical Axis lazimnya merupakan judul grafik.

Gambar 26. Menambahkan Axis Title

Pada menu Design, pilih Add Chart Element, pilih axis title, kemudian klik pada opsi “Primary Horizontal” dan “Primary Vertical“. Maka grafik anda akan timbul kedua axis title seperti pada Gambar 26 nomor 4 dan 5.

Saat ini, anda perlu untuk menghapus “Chart Title” pada grafik, sebab dalam teladan kali ini, kita tidak membutuhkannya. cukup klik “Chart Title“, lalu tekan delete (atau klik kanan > delete).

Gambar 27. Hasil pengaturan Axis Title dan menghapus Chart Title

Setelah itu, Axis Title (pada Gambar 26 nomor 4 dan 5) perlu dirubah menyesuaikan dengan data, cukup klik pada setiap axis title untuk merubahnya. Apabila “Chart Title” telah dihapus, dan axis title sudah dirubah, maka balasannya akan mirip pada Gambar 27.

Anda juga mampu merubah format axis title semoga sesuai dengan yang anda kehendaki. Misal dalam masalah ini, font untuk axis title saya rubah menjadi Arial.

^ Kembali ke Daftar Isi

11. Pengaturan legenda

Dari grafik terakhir (Gambar 27) legenda masih berada di bawah. Jika grafik yang anda miliki tidak timbul legenda, anda dapat memunculkannya dari Menu Design > Add Chart Element > Legend, kemudian pilih salah satu posisi legenda, misal bottom. Maka akan muncul legenda mirip Primer dan Sekunder pada Gambar 27.

Untuk mengatur agar legenda berada di dalam grafik, klik kanan legenda > pilih “Format Legend…”.

Gambar 28. Pengaturan Legenda

Dalam hidangan format legend, pilih salah satu posisi legend (bottom/top untuk format memanjang seperti Gambar 27 atau left/right untuk format ke bawah seperti pada gambar 28). Selanjutnya anda perlu menetralisir centang pada “Show the legend without overlapping the chart” mirip ditunjukkan pada Gambar 28 nomor 3.

Lalu anda perlu menertibkan posisi Legenda supaya sesuai dengan format yang diinginkan. Cukup drag and drop legenda yang ada ke ketempat yang diinginkan.

Apabila anda sudah mengikuti bimbingan hingga sini, sebaiknya grafik yang dibuat sudah sesuai format mirip pada Gambar 3.

B. Pembuatan Grafik Single Kolom (Single Data)

Dalam sub bab ini, akan dibahas bagaimana menampilkan format yang serupa seperti sub bagian A, namun dengan garis data yang hanya satu kolom mirip yang ditunjukkan pada Gambar 29.

Gambar 29. Contoh grafik single data

Kasus single data mungkin perlu sedikit memutar otak. Karena anda tidak mampu menampilkan secondary axis (garis atas dan kanan) secara pribadi. Namun secara garis besar, langkah-langkahnya akan sama dengan pengerjaan grafik multi data pada sub bab A.

^ Kembali ke Daftar Isi

1. Insert Chart

Pilih data yang hendak dibentuk grafik misal data primer. Klik dan blok data yang akan dipilih, sekaligus dengan data untuk horizontal axis (misal kolom Tahun).

Gambar 30. Insert grafik single data

Selanjutnya pilih sajian Insert > Recommended Charts > buka tab All Chart > pilih Line > kemudian pilih grafik yang tepat, sehabis itu klik OK.

^ Kembali ke Daftar Isi

2. Duplikasi data

Untuk grafik dengan single data, maka tidak akan ada menu secondary axis. Untuk itu, kita mampu menggunakan pendekatan multi data. Anda perlu memakai data yang serupa (Data Primer) sebanyak dua kali (duplikasi data). Maka grafik anda akan menampilkan 2 data yang sama persis dan tetap akan terlihat satu garis saja.

Gambar 31. Mengakses menu menyertakan data

Untuk menambahkan data duplikasi pada grafik, klik kanan grafik > pilih “Select Data…” mirip yang ditunjukkan pada Gambar 31.

Setelah itu, akan timbul obrolan box “Select Data Source” seperti pada gambar 32. Pilih “Add” untuk menambahkan data.

Gambar 32. Menambahkan data

Dalam hidangan edit series, isi Series name dengan judul kolom yang hendak dimasukkan ke dalam grafik, dan Series value diisi dengan nilai data primer (judul dan nilai data harus sama dengan data yang dipilih di permulaan). Contoh, dalam Series name akan pilih cell B1, dan untuk Series values diisi dengan range mulai B2 sampai B20. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Gambar 33.

Gambar 33. Memilih data yang mau disertakan ke dalam grafik

Selanjutnya klik OK, dan anda akan menyaksikan ada dua data primer yang muncul di Data Source mirip pada gambar 34, lalu klik OK.

Gambar 34. Data grafik yang telah diduplikasi

Maka grafik anda akan sama seperti sebelumnya, dan mungkin akan berubah warna seperti terlihat di Gambar 35. Hal ini dikarenakan, meski grafik terlihat cuma menampilkan satu garis data, namun bahu-membahu ada dua data yang serupa di koordinat yang serupa.

Gambar 35. Hasil grafik dengan dua data yang serupa

Mungkin judul grafik “Primer” akan hilang, ini umum dan anda tidak perlu cemas.

^ Kembali ke Daftar Isi

3. Kustomisasi grafik

Pada tahapan ini, anda mampu mengikuti panduan di Sub Bab A mulai dari Point 3 sampai point terakhir/final. Namun, tidak butuhada legenda sebab grafik seharusnya diterangkan oleh axis title vertical (judul axis Y) seperti pada Gambar 29.

^ Kembali ke Daftar Isi

C. Merubah Tampilan / Satuan Angka Axis

Terkadang data yang hendak dibentuk grafik ialah data yang mempunyai nilai ratusan ribu, jutaan, atau bahkan milyaran. Maka jika secara eksklusif dibentuk grafik, akan terlihat seperti Gambar 36 grafik A.

Gambar 36. Merubah display units pada axis

Untuk merubahnya, klik kanan axis yang mau dirubah, lalu klik “Format Axis…“. Selanjutnya pada bagian display units, pilih sesuai dengan satuan yang dikehendaki, misal dalam teladan ini, diseleksi Millions (juta). Hasilnya grafik akan lebih gampang untuk dibaca seperti pada gambar 37.

Gambar 37. Menggunakan display units “Millions”.

Apabila anda menghendaki tulisan “Millions” dihapus, dan menuliskannya di judul axis seperti Gambar 36 grafik B. Maka pada bagian display units hilangkan centang pada “Show display unit label on chart“. Lalu anda perlu mengedit judul axis dan menuliskannya secara manual. Dalam kasus ini, judul “Population” diganti menjadi “Population (Millions People)”. Maka balasannya mampu terlihat terang di Gambar 38.

Gambar 38. Menggunakan display units tanpa label.

^ Kembali ke Daftar Isi

Baca Juga: Microsoft Excel: Menyimpan Sebuah Bagan (Chart) Sebagai Gambar