Ini adalah pertanyaan yang sungguh biasa yang mungkin sahabat anda tanyakan terhadap anda. Ketika seseorang memperoleh mesin tik, mengapa ia tidak menaruh kunci/tombol A-Z secara berurutan? Saya yakin niscaya pertanyaan yang masuk akal untuk setiap pengguna komputer/mesin tik. Bahkan ketika saya mulai mendapatkan tangan pada keyboard komputer, bahkan aku punya pertanyaan ini. Mari kita cari tau…
Alasan Logis
Awalnya di tahun 1860-an, abjad pada mesin ketik ditata dalam urutan huruf. Pada waktu itu menggunakan mesin ketik untuk melakukan pekerjaan dengan menggunakan satu set di ujung batang logam yang menyerang kertas dikala tombol ditekan. Namun, mekanisme ini sama sekali tidak kompatibel untuk mengetik lebih cepat. Operator tetap mencar ilmu untuk mengetik dengan kecepatan yang banyak menghadapi komplikasi. Huruf-huruf yang diposisikan berdekatan pada keyboard menjadi kusut/tersangkut satu sama lain, memaksa juru tik mengubah letak tombol secara manual. Hal ini juga sering menjadikan dokumen menjadi kotor dan tersangkutnya tuts mesin ketik dikala dipakai mengetik dengan segera. Seorang rekan bisnis menyarankan untuk menggunakan trik dengan memisahkan kunci yang paling biasa untuk mempercepat mengetik, sehingga mereka juga tidak sering terjerat. Pengaturan kembali keyword memperkenalkan kata QWERTY, layout keyboard yang paling kerap digunakan zaman terbaru saat ini.
Layout Keyboard QWERTY
QWERTY dirancang untuk Bahasa Inggris. Dengan segala cara yang bertujuan untuk menertibkan ulang kunci yang diharapkan dapat digunakan dalam rangkaian cepat dalam pengetikan. Baris pertama keyboard, direncanakan untuk mempunyai semua abjad untuk kata “typewriter” sehingga juru ketik dapat mengetik kata-kata yang paling biasa mirip “typewriter” lebih singkat dan mudah.

QWERTY dirancang sesudah menghabiskan banyak waktu untuk penelitian memungkinkan satu tangan untuk pindah ke posisi sementara sisi lain menekan kunci. Ribuan kata dalam bahasa Inggris dapat dieja dengan hanya menggunakan tangan kiri dan kanan secara terpisah. Dan alasannya itu merupakan konsekuensi layout yang disayangkan ketika menjadi juru ketik yang memakai ajudan sebab lebih banyak kata dalam bahasa Inggris mampu dieja dengan cuma menggunakan tangan kiri. Tata letak QWERTY juga sungguh membantu bagi mereka yang memakai tangan kanan mereka, dimana mouse mampu dihandle dengan tangan kiri.
Pengaturan tata letak kunci QWERTY mungkin tidak sepenuhnya terdengar masuk akal untuk kita dikala ini sebagaimana kita kini hidup beberapa dekade ke depan dari waktu tersebut.
– Inspired Buddy –

