Kemajuan Memori Internal Mulai Tahun 1968

Memory internal yakni memori yang terpasang pribadi pada motherboard. Pengelompokan dari memory internal terbagi atas:

  • Read Only Memory (ROM), Berfungsi untuk menyimpan aneka macam acara yang berasal dari pabrik. Sesuai dengan namanya, ROM (Read Only Memory), maka acara yang tersimpan didalam ROM, hanya bisa dibaca oleh para pemakai.
  • Random Access Memory (RAM), ialah bagian memory yang bisa digunakan oleh para pemakai untuk menyimpan data dan program.

Jika dicermati, pertumbuhan memori mengarah pada kenaikan kemampuan memori dalam mengalirkan data baik dari dan ke prosessor maupun perangkat lain. Baik itu kenaikan access time maupun lebar bandwidth memori.

Selain itu, kenaikan kapasitas memori juga meningkat . Jika dulu, dengan tata cara 8088, memori 1 MB dalam satu keping memori sudah sungguh mencukupi, sekarang bahkan beberapa perusahaan membuat kapasitas memori sebesar 2GB dalam satu kepingnya. Yang tidak kalah berkembang adalah adanya kecenderungan penurunan tegangan kerja yang diperlukan oleh memori untuk bekerja secara maksimal.

Perkembangan RAM (Random Access Memory)

RAM ( 1968)

RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory didapatkan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah kemajuan RAM bermula. Pada permulaan diciptakannya, RAM memerlukan tegangan 5.0 volt untuk mampu berlangsung pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu susukan memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10e-9 detik).

DRAM ( 1970)

Pada tahun 1970, IBM membuat suatu memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bermacam-macam, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.

FP RAM ( 1987)

Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM didapatkan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang kadang-kadang menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini melakukan pekerjaan layaknya suatu indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bab dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika tata cara membutuhkan isi sebuah alamat memori, FPM tinggal mengambil berita mengenainya menurut indeks yang telah dimiliki.

FPM memungkinkan transfer data yang lebih singkat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM melakukan pekerjaan pada rentang frekuensi 16MHz sampai 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM bisa mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. Memori FPM ini mulai banyak dipakai pada tata cara berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.

EDO RAM ( 1995)

Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang ialah penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bermacam-macam, adalah sekitar 70ns sampai 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz sampai 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, tetapi keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.
Memori EDO DRAM banyak dipakai pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.

SDRAM PC66 ( 1996)

Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana mampu melakukan pekerjaan pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama/sinkron dengan frekuensi yang melakukan pekerjaan pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini selaku Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini lalu lebih diketahui selaku PC66 alasannya adalah bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang memerlukan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM cuma membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.

Dengan kemampuannya yang terbaik dikala itu dan sudah diproduksi secara masal, bukan cuma oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi tolok ukur memori ketika itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 mirip Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya mampu bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan metode memori SDRAM PC66.

SDRAM PC100 ( 1998)

Chipset ini didesain untuk dapat melakukan pekerjaan pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor modern Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem melakukan pekerjaan pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk memakai tata cara memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang mampu bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian diketahui dengan istilah PC100.

Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 bisa mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.

Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 sudah membawa pergantian dalam tata cara komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, metode berbasis Soket 7 pun diperbaharui untuk mampu memakai memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan metode Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi selesai, dan Intel Pentium II generasi permulaan dan Intel Celeron II generasi awal.

DR DRAM ( 1999)

Pada tahun 1999, Rambus membuat sebuah sistem memori dengan arsitektur gres dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM. Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya memakai tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang melakukan pekerjaan pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh tata cara chipset dan prosessor pada kurun itu sehingga memori ini kurang menerima tunjangan dari banyak sekali pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang digemari ialah karena harganya yang begitu mahal.

RDRAM PC800 ( 1999)

Masih dalam tahun yang serupa, Rambus juga membuatkan suatu jenis memori lainnya dengan kesanggupan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang diharapkan. Jika DRDRAM memerlukan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 melakukan pekerjaan pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini nyaris sama dengan DRDRAM, kurang disukai, kalau tidak dimanfaatkan oleh Intel.

Intel yang sudah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sungguh tinggi memerlukan suatu tata cara memori yang mampu mengimbanginya dan melakukan pekerjaan sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak seimbang lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin usang harganya semakin turun.

SDRAM PC133 ( 1999)

Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah makin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan bisa mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk melakukan pekerjaan pada frekuensi bus 133MHz, tetapi memori ini juga bisa berlangsung pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.

SDRAM PC150 ( 2000)

Perkembangan memori SDRAM makin pesat sehabis Mushkin, pada tahun 2000 sukses menyebarkan chip memori yang mampu melakukan pekerjaan pada frekuensi bus 150MHz, meskipun bahu-membahu belum ada persyaratan resmi tentang frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan bisa mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.

Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, tetapi pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server mampu mengambil laba dengan adanya memori PC150.

DDR RAM ( 1999)

Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD berkompetisi ketat dalam memajukan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, alasannya adalah ketika memajukan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan problem ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya digunakan pada kartu grafis, alasannya kini anda bias menggunakan hanya 32 MB untuk menerima kemampuan 64 MB. AMD yakni perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.

DDR SDRAM ( 2000)

Masih di tahun 2000, Crucial sukses berbagi kesanggupan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa cuma mampu melaksanakan aba-aba sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM bisa melakukan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan ialah dengan memakai secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan kode pada gelombang konkret saja, maka DDR SDRAM melakukan isyarat baik pada gelombang aktual maupun gelombang negatif. Oleh alasannya dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang ialah kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.

Dengan memori DDR SDRAM, tata cara bus dengan frekuensi sebesar 100-133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.

DDR2 SDRAM ( 2003)

Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dicicipi mulai melambat dengan makin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 ialah pertumbuhan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta persiapan semakin lebarnya jalur kanal segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.

Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 ialah pada kecepatan data serta peningkatan latency meraih dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menciptakan kecepatan secara maksimum dalam suatu lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di segi prosesor maupun grafik.

Selain itu, keperluan voltase DDR2 juga menurun. Jika pada DDR keperluan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini cuma meraih 1,8 Volt. Artinya, pertumbuhan teknologi pada DDR2 ini memerlukan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.

Teknologi DDR2 sendiri lebih dahulu  dipakai pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada balasannya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya mampu dikerjakan pada komputer yang memang mendukung DDR2.

DDR3 SDRAM ( 2007)

DDR3 ini memiliki keperluan daya yang berkurang sekitar 16% ketimbang DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 telah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang dibutuhkan cuma 1.5v, lebih minim bila daripada DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup menawan . Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang mempunyai 240 pin. Ini sebenarnya telah diperkenalkan sejak lama pada permulaan tahun 2005. Namun, produknya sendiri betul-betul muncul pada pertengahan tahun 2007 serempak dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM.

DDR4 SDRAM( 2014)

 

Keuntungan utama DDR4 dibandingkan pendahulunya, DDR3, yakni kepadatan modul yang lebih tinggi dan keperluan tegangan yang lebih rendah, ditambah dengan kecepatan transfer data rate yang lebih tinggi. Standar DDR4 memungkinkan DIMM dengan kapasitas hingga 64 GiB, ketimbang DDR3 maksimum 16 GiB per DIMM. Karena konsumsi daya berkembanglinear dengan kecepatan, pengurangan kebutuhan tegangan memungkinkan operasi kecepatan yang lebih tinggi tanpa pemanis daya dan juga embel-embel pendinginan.

DDR4 beroperasi pada tegangan antara 1,2 V dan 1,4 V dengan frekuensi antara 800 dan 2133 MHz (DDR4-1600 sampai DDR4-4266), lebih rendah jika daripada DDR3 yang frekuensinya antara 400 dan 1067 MHz dan kebutuhan tegangan 1,5 atau 1,65 V. Karena sifat DDR, kecepatan lazimnya diiklankan selaku kelipatan dari angka-angka ini (DDR3-1600 dan DDR4-2400 yang paling biasa , dan dengan DDR4-3200 dan DDR4-4800 yang tersedia dengan ongkos lebih tinggi). Meskipun persyaratan tegangan rendah belum tamat (pada Agustus 2014), diantisipasi bahwa DDR4L (tegangan rendah) akan berjalan pada tegangan 1,05 V, dibandingkan dengan standar tegangan rendah DDR3 (DDR3L) yang membutuhkan 1,35 V untuk beroperasi.

DDR5 SDRAM ( 2019)

DDR5 DRAM nyaris tiba, dengan sebagian besar pengembang DRAM prospektif produk pengiriman pada tahun 2020. Namun, bahkan kalau kita menyaksikan beberapa chip DDR5 pada tahun 2019, mereka kemungkinan tidak akan diproduksi secara massal setidaknya hingga tahun 2020 dikala CPU mobile dan desktop juga akan mulai mendukung DDR5.

DDR5 dijadwalkan akan meminimalkan konsumsi daya, namun akan menggandakan bandwidth dan kapasitasnya daripada DDR4 SDRAM. Perusahaan SK Hynix mengatakan bahwa mereka telah berhasil menurunkan tegangan operasi dari 1.2V ke 1.1V, yang, jikalau dikombinasikan dengan proses baru, menimbulkan pengurangan konsumsi daya 30 persen dibandingkan dengan chip DDR4.

Tawaran gres ini mendukung kecepatan transfer data sampai 5.200 Mbps, yang 60 persen lebih singkat dari laju transfer data pada generasi sebelumnya yakni 3.200 Mbps. Itu mempunyai arti chip dapat memproses data 41,6 GB per detik.

Menurut data IDC yang dikutip oleh pengumuman SK Hynix, usul untuk DRAM DDR5 diperkirakan akan meraih 25 persen dari total pasar DRAM pada 2021 dan 44 persen pada 2022.

EVOLUSI MODUL

Selain mengalami kemajuan pada sisi kesanggupan, teknik pengolahan modul memori juga dikembangkan.

SIMM

Kependekan dari Single In-Line Memory Module, artinya modul atau chip memori ditempelkan pada salah satu sisi sirkuit PCB. Memori jenis ini cuma memiliki jumlah kaki (pin) sebanyak 30 dan 72 buah.

SIMM 30 pin berupa FPM DRAM, banyak digunakan pada sistem berbasis prosessor 386 generasi tamat dan 486 generasi awal. SIM 30 pin berkapasitas 1MB, 4MB dan 16MB. Umum dipakai pada memori di tahun 80an hingga 90an

Sedangkan SIMM 70 pin dapat berbentukFPM DRAM maupun EDO DRAM yang digunakan bareng prosessor 486 generasi selesai dan Pentium. SIMM 70 pin diproduksi pada kapasitas 4MB, 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB.

RIMM/SORIMM

RIMM dan SORIMM ialah jenis memori yang dibentuk oleh Rambus. RIMM intinya sama dengan DIMM dan SORIMM mirip dengan SODIMM.

Karena menggunakan teknologi dari Rambus yang terkenal memprioritaskan kecepatan, memori ini jadi cepat panas sehingga pihak Rambus perlu menambahkan aluminium untuk menolong melepas panas yang dihasilkan oleh memori ini. Jenis ini dipakai pada banyak sekali platform Intel Pentium 4 sekitar tahun 2000-2002.

DIMM

Kependekan dari Dual In-Line Memory Module, artinya modul atau chip memori ditempelkan pada kedua segi PCB, saling berbalikan. Memori DIMM diproduksi dalam 2 bentuk yang berlainan, ialah dengan jumlah kaki 168 dan 184.

DIMM 168 pin dapat berupa Fast-Page, EDO dan ECC SDRAM, dengan kapasitas mulai dari 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB. Sementara DIM 184 pin berupa DDR SDRAM. Mayoritas RAM ketika ini menggunakan DIMM.

SODIMM

Kependekan dari Small outline Dual In-Line Memory Module. Memori ini intinya sama dengan DIMM, namun berlawanan dalam penggunaannya. Jika DIMM dipakai pada PC, maka SO DIMM digunakan pada laptop/notebook.

SODIMM diproduksi dalam dua jenis,jenis pertama mempunyai jumlah kaki sebanyak 72, dan satunya berjumlah 144 buah

Baca Juga: 10 Bahasa Pemrograman Paling Populer di Kalangan Programmer Tahun 2021

Read Only Memory (ROM)

Read Only Memory (ROM) yakni suatu himpunan dari chip yang berisi bab dari metode operasi yang mana diharapkan pada ketika komputer dinyalakan. ROM juga diketahui sebagai suatu firmware. ROM tidak mampu ditulisi atau diubah isinya oleh pengguna. ROM termasuk dalam media penyimpanan yang sifatnya non volatile. Chip ROM tiba dari pabriknya dengan program atau instruksi yang telah disimpan di dalamnya. Satu-satunya cara untuk mengganti kontennya ialah dengan mencopotnya dari komputer dan mengubahnya dengan ROM yang lain. Chip ROM dapat berisi acara yang sering dipakai, seperti berkala -berkala komputasi untuk menghitung akar sebuah bilangan dan lain sebagainya.

Penggunaan dari ROM ini contohnya adalah selaku media penyimpanan dari BIOS (Basic Input-Output System) yang diuat oleh pabriknya. BIOS merupakan bab yang sangat kritis dari suatu metode operasi, yang mana fungsinya menginformasikan komputer bagaimana caranya mengakses disk drive. Ketika komputer dinyalakan, RAM masih kosong dan kode yang ada pada ROM BIOS lah yang digunakan oleh CPU untuk mencari disk drive yang berisi file-file utama dalam tata cara operasi. Komputer kemudian memindahkan file-file tersebut ke dalam RAM dan lalu menjalankannya.

Ada tiga kombinasi dari ROM, yakni PROM, EPROM, dan EEPROM.

PROM (Programmable Read Only Memory).

Chip PROM yaitu suatu chip yang kosong yang mana acara dapat dituliskan ke dalamnya dengan memakai sebuah perlengkapan khusus. Chip PROM dapat diprogram sekali dan lazimnya digunakan oleh pabrik selaku control device di dalam produk-produknya.

EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory).

EPROM seperti dengan PROM, tetapi acara dapat dihapus dan acara yang baru mampu dituliskan ke dalamnya dengan menggunakan sebuah peralatan khusus yang menggunakan sinar ultraviolet. EPROM digunakan untuk controlling device, seperti robot dan sebagainya.

EEPROM (Electronic Erasable Programmable Read Only Memory).

Chip EEPROM dapat diprogram ulang dengan memakai suatu electric impulses yang khusus. Mereka tidak perlu dicabut atau diubah.

Baca Juga: Start Menu, Taskbar, atau File Explorer Tidak Merespon