Perlu dicatat bahwa, “governance” atau manajemen bukanlah “government” atau pemerintah, meskipun pemerintah di tingkat mana pun memiliki potensi menjadi bagian dari proses manajemen (Bryant, 2018). Di abad kini, di mana banyak terjadi pergeseran besar, percepatan globalisasi, dan kenaikan ketidakpastian, maka manajemen sepantasnya untuk diadaptasi dengan zamannya, sehingga dapat menumbuhkan keuntungan dan daya saing ekonomi yang tinggi, serta mampu mengembangkan substansial dan kemajuan sosial yang berkelanjutan. (Keping, 2018)
1. Pemerintah (Government) vs. Tata Kelola (Governance)

Istilah tata kelola atau governance masih jarang dipakai dalam komunitas sebelum selesai 1980-an. Namun, kenaikan popularitas perumpamaan governance sungguh berhubungan dengan tugas pemerintah atau goverment dalam usahanya untuk pembangunan dan pengelolaan ekonomi suatu negara secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu, istilah ini mulai populer sekitar kurun kedua puluh. (Nag, 2018)
Pemerintah (Government)
Dapat ditelusuri dari banyak sekali pengertian wacana “goverment” sebagai berikut:
Government is a group of people that governs a community or unit. It sets and administers public policy and exercises executive, political and sovereign power through customs, institutions, and laws within a state.
di mana menurut artinya adalah pemerintah atau Government ialah sekelompok orang yang mengatur suatu komunitas atau unit. Mereka menetapkan dan mengelola kebijakan publik dan kekuasaan direktur, politik dan berdaulat melalui bea cukai, forum, dan hukum dalam negara.
Political system by which a body of people is administered and regulated. Different levels of government typically have different responsibilities.
yang berarti bahwa government adalah tata cara politik dalam suatu tubuh atau forum yang mengatur dan mengurus rakyat. Tingkat pemerintahan yang berbeda umumnya memiliki tanggung jawab yang berbeda.
Pemerintahan (Governance)
Governance is the action, manner, or system of governing
Menurut Collins, Pemerintahan/Tata kelola (Governance) yakni langkah-langkah, cara, atau sistem dalam sebuah pemerintahan.
Governance means the process of decision-making and the process by which decisions are implemented (or not implemented).
yang memiliki arti bahwa pemerintahan/manajemen (governance) ialah proses pengambilan keputusan dan proses dalam keputusan yang akan diimplementasikan ataupun tidak.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemerintah (government) yaitu sebuah lembaga atau orang yang mempunyai tujuan mengendalikan dan mengurus pemerintahan (governance). Contoh pemerintah yakni, Kepala desa, bupati, presiden, dll. Sedangkan manajemen/pemerintahan (governance) yaitu rangkaian proses, kebijakan, hukum, budaya, dan organisasi dalam mengelola sesuatu untuk mencapai tujuan.
Good Governance
Bentuk pemerintah akan berganti seiring akan pergeseran kebutuhan masyarakat dan tantangan yang ada selain dari lingkungan sekitar yang selalu berubah. Mekanisme sosial akan terus berkembang, oleh karena itu diperlukan suatu kepercayaan dalam menentukan pengantaran barang dan jasa dalam publik yang efisien, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal ini merujuk pada suatu pemerintahan yang dianggap baik atau Good Governance. (Nag, 2018)
Berdasarkan prinsip-prinsip dan anjuran dari aneka macam forum internasional (Bank Dunia, IMF, UNDP, ODA, IDA, dsb) serta praktik-praktik terbaik yang diadopsi oleh pemerintah di pecahan dunia lainnya, berdasarkan Nag (2018) dalam mencapai pemerintahan yang bagus atau good governance, dibutuhkan beberapa karakteristik yang dianggap penting:
Partisipasi
Partisipasi aktif oleh seluruh pihak mutlak dibutuhkan dalam proses pembangunan dalam penduduk untuk menciptakan manajemen yang bagus. Partisipasi senantiasa dibutuhkan dalam proses di dikala pengerjaan kebijakan, prioritas permasalahan, dan pengalokasian sumber daya.
Aturan aturan
Aturan hukum dalam tata pemerintahan yang bagus didasarkan pada keadilan. Hal ini memiliki arti bahwa setiap orang dalam masyarakat setara di hadapan hukum, dan diimplementasikan secara adil.
Kesetaraan dan inklusivitas
Konsep kesetaraan merupakan kesamaan peluang dan hak untuk setiap orang dalam suatu komunitas terlepas dari status sosial, jenis kelamin, ras, warna kulit, kasta, maupun agama atau doktrin. Inklusivitas memiliki arti turut menimbang-nimbang kepentingan, aspirasi dan usulan semua individu dan kalangan dalam suatu masyarakat dalam merumuskan kebijakan dan acara tertentu yang ditujukan untuk penduduk .
Transparansi
Arti transparansi yakni proses, lembaga, dan berita mampu diakses secara langsung oleh siapa pun dalam sebuah masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan untuk keterbukaan langkah-langkah pemerintah dalam proses pengambilan keputusan maupun proses konsultatif antara sektor publik dan semua pemangku kepentingan. Kurangnya transparansi dalam pemerintahan dapat menciptakan peluang untuk aneka macam jenis korupsi dan tindakan jelek lainnya.
Ketanggapan/Responsiveness
Responsif memiliki arti seluruh usul dan persyaratan dikerjakan secara sempurna waktu dan dalam waktu yang telah diputuskan. Segala bentuk keterlambatan harus dikesampingkan dan dievaluasi.
Konsensus (mufakat) dan legitimasi (legalisasi)
Dalam menjaga perdamaian dan keserasian sebuah komunitas, dibutuhkan konsensus di antara seluruh pemangku kepentingan, biar struktur dan fungsi pemerintahan mendapatkan legitimasi dari seluruh komunitas. Dalam hal ini, konsensus lazimnya melibatkan kolaborasi, bukan kompromi. Daripada cuma satu usulan yang diadopsi oleh sebagian besar lainnya, pendapat seluruh pemangku kepentingan disatukan untuk menyebarkan keputusan yang konvergen (penyatuan inspirasi atau bidang yang berlawanan untuk memperoleh solusi).
Efektivitas dan efisiensi
Implementasi dari tata kelola yang bagus adalah penekanan efektivitas dan efisiensi kebijakan, acara, dan sumber daya yang akan dipakai.
Akuntabilitas
Akuntabilitas ialah segala bentuk tanggung jawab oleh pembuat keputusan di pemerintahan, sektor swasta dan organisasi penduduk sipil terhadap publik serta pemangku kepentingan institusional atas kelambanan atau penyimpangan yang disengaja. Lembaga dan personel harus bertanggung jawab atas kegagalan dan keberhasilannya. Oleh alasannya itu diharuskan ada audit atas segala bentuk perbuatan maupun kesalahan.
2. IT Governance vs. IT Management

IT Governance
IT governance is senior management’s ability to direct, measure and evaluate the use of an enterprise’s IT resources in support of the achievement of the organization’s strategic goals.
Tata kelola TI (IT Governance) adalah kemampuan administrasi senior untuk mengarahkan, mengukur dan menganalisa penggunaan sumber daya TI suatu perusahaan untuk mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi tersebut.
IT governance is the responsibility of executives and the board of directors, and consists of the leadership, organizational structures and processes that ensure that the enterprise’s IT sustains and extends the organization’s strategies and objectives.
Tata kelola TI yaitu tanggung jawab eksekutif dan dewan direksi, dan berisikan kepemimpinan, struktur organisasi dan proses yang menentukan bahwa sumber daya IT perusahaan mampu menopang dan memperluas taktik dan tujuan organisasi.
IT Management
IT management is defined by the series of steps, strategies, procedures and practices used to implement and manage information technology in multiple business environments.
Manajemen TI didefinisikan dengan serangkaian langkah, seni manajemen, mekanisme dan praktik yang digunakan untuk mengimplementasikan dan mengelola teknologi berita di beberapa lingkungan bisnis.
IT management is the discipline whereby all of the technology resources of a firm are managed in accordance with its needs and priorities. These resources may include tangible investments like computer hardware, software, data, networks and data center facilities, as well as the staffs who are hired to maintain them.
Manajemen TI ialah disiplin ilmu di mana semua sumber daya teknologi perusahaan diatur sesuai dengan keperluan dan prioritasnya. Sumber daya ini dapat meliputi investasi positif seperti perangkat keras komputer, perangkat lunak, data, kemudahan jaringan, dan pusat data, serta staf yang dipekerjakan untuk mempertahankan mereka.
Kaprikornus dapat ditarik kesimpulan bahwa Tata kelola IT ialah kumpulan proses yang dikerjakan direktur untuk mengatur dan mengurus sumber daya IT untuk meraih tujuan organisasi. Sedangkan Manajemen TI adalah sebuah sistem atau cara bagaimana menertibkan dan mengelola sumber daya IT secara internal.
3. Hubungan IT Governance dengan Business Management

Business Management is the activities associated with running a company, such as controlling, leading, monitoring, organizing, and rencana.
Manajemen Bisnis adalah aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan menjalankan perusahaan, mirip mengontrol, memimpin, pemantauan, pengorganisasian, dan perencanaan. Dalam memanajemen bisnis pada perusahaan yang mempunyai aset IT, perlu adanya tata kelola IT yang baik pula.
Salah satu fungsi yang paling penting dari tata kelola yaitu menawarkan kendali yang menangkal sikap lalai dalam sebuah bagian organisasi dan orang-penduduknya. Organisasi dengan manajemen IT yang bagus menerima faedah mirip kenaikan nilai aset bisnis yang terkait TI. Organisasi yang memiliki manajemen yang besar lengan berkuasa mendapatkan pengembalian modal 20% lebih tinggi pada aset-asetnya. (Pettey and Meulen, 2011).
Sentara Healthcare di Virginia Tenggara terdiri atas delapan rumah sakit, 400 dokter medis multi-keutamaan, enam kampus rawat jalan, dan 10 akomodasi perawatan jangka panjang. Organisasi ini sudah menyadari peningkatan keuangan yang signifikan, keselamatan pasien, dan manfaat berkualitas yang lain dari implementasi electronic health record (EHR) di seluruh daerah derma perawatan. Beberapa faedah yang lain tergolong proses perawatan yang efisien mengakibatkan penghematan sebesar 9.4 juta USD; migrasi ke lingkungan rekam medis yang paperless meminimalisir 3.9 juta USD; pelayanan pasien yang membaik dan volume prosedur yang meningkat berefek pada peningkatan pendapatan rawat jalan sebesar 4,4 juta USD, pengurangan dalam waktu tanggapan pada penjadwalan call center (71 detik menjadi 10 detik) dan penghematan tingkat pengabaian panggilan (9% menjadi 3%), penurunan waktu manajemen untuk pendapatan data medis (59 menit menjadi 4 menit), dan menghindari lebih dari 88.000 kesalahan pengobatan yang potensial alasannya kesalahan pemindaian barcode. (Herman, 2011)
Maka mampu ditarik kesimpulan bahwa dengan Tata Kelola IT yang bagus sungguh membantu dalam pencapaian tujuan manajemen bisnis di mana perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan dan potensi yang ditawarkan IT.
4. Manfaat mencar ilmu manajemen TI
Dengan berguru Tata Kelola TI, diharap mampu:
- mengetahui tata kelola TI dan acara-aktivitasnya
- mengelola pelaksanaan aktivitas terkait dengan pengelolaan TI dengan efektif
- memastikan kinerja TI sesuai dengan tujuan utama manajemen TI
- mengoptimalkan keuntungan dan potensi yang ditawarkan TI
- mengontrol penggunaan terhadap sumber daya TI dan mengorganisir resiko-resiko terkait TI

Daftar Pustaka:
- Bryant, Christopher. 2018. Government versus Governance: structure versus process. EchoGéo (Online), 43, 2018, https://doi.org/10.4000/echogeo.15288
- Business Dictionary. 2013a. What is Government. (Online). WebFinance, Inc. www.businessdictionary.com. Diakses Februari 2013.
- Business Dictionary. 2013b. What is Business Management. (Online). WebFinance, Inc. www.businessdictionary.com. Diakses Februari 2013.
- Collins English Dictionary. 2009. Complete & Unabridged 10th Edition. William Collins Sons & Co. Ltd.
- Herman, Daniel S. 2011. Managing Healthcare IS Supply and Demand: IT Governance Remains a Top Organizational Challenge. Aspen Advisors white paper. (online). www.aspenadvisors.net. Diakses Februari 2013
- IT Governance Network. 2011. What is IT Governance. (Online). itgovernance.com. Diakses Februari 2013.
- IT Toolkit. 2013. What is IT Management. (Online). Right Track Associates, Inc. www.ittoolkit.com. Diakses Februari 2013.
- Keping, Yu. 2018. Governance and Good Governance: A New Framework for Political Analysis. Fudan Journal of the Humanities and Social Sciences vol 11 (1). https://doi.org/10.1007/s40647-017-0197-4
- Leyer, Janeane, and Quigley, Katelyn. 2009. JOnline: Small Business IT Governance Implementation. (Online). ISACA. www.isaca.org. Diakses Februari 2013.
- McNurlin, Barbara, et. al. (2009). Information Systems Management in Practice. Edisi ke-8. Prentice Hall.
- Merriam-Webster, Inc. 2013. Definition of Government. (Online). www.merriam-webster.com. Diakses Februari 2013.
- Nag, Ninad Shankar. 2018. Government, Governance and Good Governance. Indian Journal of Public Administration, 64(1), pp. 122–130. https://doi.org/10.1177/0019556117735448
- Pettey, Christy, and Meulen, Rob van der Meulen. 2011. Gartner Highlights Key Elements of an Effective IT Governance Process. (online). Gartner, Inc. www.gartner.com. Diakses Februari 2013.
- UNESCAP. 2013. What is Good Governance. (Online). www.unescap.org. Diakses Februari 2013.

