Ini 5 Bandara Tertua Di Indonesia

Bandara merupakan singkatan dari bandar udara yaitu daerah pesawat mendarat dan lepas landas. Sekarang sudah banyak sekali bandara di indonesia, bahkan hingga ada yang masuk bandara yang layak dipertimbangkan di dunia, bukan cuma bisa untuk daerah untuk pesawat tetapi juga memiliki nilai sejarah dan dongeng pastinya! tetapi tau kah kau bandara-bandara tertua di indonesia? yuk simak artikel ini!
Pangkalan Udara Suryadarma / Lapangan Terbang Kalidjati, Subang
 Bandara merupakan singkatan dari bandar udara yaitu tempat pesawat mendarat dan lepas lan Ini 5 Bandara Tertua di Indonesia
Sebelum namanya diubah menjadai Suryadarma, nama mulanya yakni Pangkalan TNI AU Kalijati. Dibangun secara sederhana pada tanggal 30 Mei 1914, ialah hanya berbentukrerumputan dengan bangsal di sekelilingnya yang yang dibuat dari bambu. Walaupun mirip itu, pembuatannya baru final tahun 1917 termasuk gedung markas pangkalan. Dibangun agar satuan udara Belanda bernama PVA (Proef Vlieg Afdeling) mampu mengoperasikan pesawat terbang.
Letaknya sendiri berada di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat sekaligus menjadi tempat bersejarah. Mengingat kawasan inilah yang menjadi saksi bisu penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang tanpa syarat pada 8 Maret 1942. Kini pangkalan Suryadarma berada dibawah Komando Operasi Angkatan Udara I. Menariknya pangkalan ini baru digunakan oleh pemerintah Republik Indonesia tanggal 27 Desember 1949, 4 tahun sesudah merdeka.
Bandara Husein Sastranegara / Lapangan Terbang Andir, Bandung
 Bandara merupakan singkatan dari bandar udara yaitu tempat pesawat mendarat dan lepas lan Ini 5 Bandara Tertua di Indonesia
Lokasi pastinya berada di Jalan Pajajaran Nomor. 156, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat yang dikontrol oleh PT Angkasa Pura II. Sebelum dinamakan Bandara Husein Sastranegara mirip yang sekarang ini diketahui oleh masyarakat luas, nama asli Bandara ini adalah Vliegveld Andir/Lucthvaart Andir. Dan penduduk lebih gampang menyebutnya Lapangan udara Andir.
Pendiriannya dijalankan oleh Kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1920 tetapi masih sungguh sederhana karena cuma berupa tanah lapang plus aspal untuk pesawat dengan luas tanah meraih 45 hektare. Sebenarnya tanah ini milik warga Bandung, namin pemerintah Belanda membeli tanah itu.
Setelah sempat dimiliki Belanda, pada tahun 1942 lapangan udara ini jatuh ke tangan Jepang. Namun sesudah Indonesia merdeka, pemilik sahnya adalah Bangsa Indonesia, meskipun sempat vakum selama kala 1945-1949.
Yang unik dari penamaannya ialah karena nama Bandar Udara Husein Sastranegara ternyata diambil dari pilot AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) yang meninggal pada 26 September 1946 di Yogyakarta. Selain nama bandarnya, nama pilot yang satu ini juga menjadi nama kelurahan disana. Jadi bandara Husein Sastranegara berada di Kelurahan Husein Sastranegara. Namun bahwasanya Husein ialah perintis Berdirnya TNI AU bareng dengan rekannya adalah Halim Perdanakusuma dan Agustinus Adisucipto.
Kini salah satu bandara tertua di Indonesia ini melayani aktivitas pelayanan kemudian lintas udara komersial secara resmi semenjak tahun 1974 pada tahun itu pulalah namanya diubah menjadi jagoan diatas
Bandara Halim Perdanakusuma / Lapangan Terbang Tjililitan, Jakarta (Batavia)
 Bandara merupakan singkatan dari bandar udara yaitu tempat pesawat mendarat dan lepas lan Ini 5 Bandara Tertua di Indonesia

Sebelum perang dunia kedua berkecamuk, Belanda menganggap bahwa lapangan udara sungguh penting keberadaannya. Apalagai ketika perang dunia 1 terjadi, setiap negara telah menggunakan pesawat untuk bertempur. Untuk itulah di salah satu daerah jajahan Belanda dikala itu, Indonesia dibangunlah suatu lapangan udara tepatnya di kawasan Tjililitan, Jakarta Timur.

Pemilihan lokasi ini dikarenakan lokasinya yang ada di sentra pemerintahan dan juga tanah lahan yang akan dijadikan bandara adalah milik orang Belanda berjulukan Pieter van der Velde sehingga pembebasan lahan akan mudah.
Akhirnya sesudah dua tahun perang dunia pertama berlalu, dibangunlah Lapangan Udara Tjililitan. Empat tahun sesudah itu atau pada 1924, pembangunannya sepenuhnya selesai, termasuk landasan sampai infrastruktur pendukung. Nama awalnya dalam bahasa Belanda ialah Vliegveld Tjililitan.
Tak usang Setelah simpulan dibangun, langsung terdapat pendaratan yang dikerjakan oleh pesawat Fokker milik Hindia Belanda yang terbang dari Amsterdam ke Batavia. Walaupun sebelum mendarat terdapat halangan mirip kerusakan hingga hal kecil lain. Hingga pada 20 Juni 1950 lapangan penerbangan ini resmi milik Indonesia dan AURI pribadi membuatnya pangkalan udara khusus militer.
Penamaan menjadi Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1952 bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Hal ini dikarenakan Halim Perdanakusuma adalah salah satu perintis TNI AU dan beliau wafat ketika melaksanakan pengambilan pesawat terbang di Thailand untuk dibawa ke Indonesia. Namun kabarnya tidak dikenali sampai muncul kecelakaan pesawat yang diidentifikasi adalah Halim.
Lapangan Terbang Darmo, Surabaya
 Bandara merupakan singkatan dari bandar udara yaitu tempat pesawat mendarat dan lepas lan Ini 5 Bandara Tertua di Indonesia
Lapangan terbang Darmo ialah Bandara pertama di Surabaya yang dibangun tahun 1920 Jalan gunung sari (Goenoengsarieweg). Karena pendirinya adalah Belanda, maka nama untuk bandara ini ialah Vliegveld Darmo atau dalam bahasa Indonesia disebut Lapangan Udara Darmo. Saat itu pengelolanya adalah Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij (KNIL), salah satu maskapai penerbangan Kerajaan Belanda.
Letaknya berada di  Jalan Raden Wijaya, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Namun sekarang bandara ini telah tidak di operasikan lagi. Tujuan awal pembuatannya yaitu selaku kebutuhan komersial untuk para usahawan dari Belanda yang akan tiba ke Indonesia. Salah satu peristiwa bersejarah pada Bandara ini ialah singgahnya pesawat DC-2 milik maskapai KLM (Belanda) pada 10 November 1934.
Lapangan Terbang Kemayoran, Jakarta (Batavia)
 Bandara merupakan singkatan dari bandar udara yaitu tempat pesawat mendarat dan lepas lan Ini 5 Bandara Tertua di Indonesia
Jika beberapa lapangan udara di atas ketika awal pembuatannya masih termasuk sederhana, berlainan dengan Bandar Udara Internasional Kemayoran, karena telah menjadi bandara internasional bahkan yang pertama. Pendirian bandara ini dilakukan pada tahun 1934 oleh Hindia Belanda dan resmi diperlihatkan tanggal 8 Juli 1940.
Dulu pengelolanya dilaksanakan oleh Koningkelije Nederlands Indische Luchtvaart Maatschapij. Fasilitas di dalamnya juga sangat lengkap dan glamor untuk ukuran bandara masa itu. Walaupun tanggal 8 Juli tanggal peresmiannya, tetapi pada 6 Juli telah terdapat pesawat yang mendarat, yaitu DC-3 milik KNILM.
Sebagai Bandara Internasional, pada abad waktu 1970-an, bandara ini terlalu sibuk melayani banyak sekali penerbangan. Sehingga untuk kenyamanan bersama, pada 10 Januari 1974 penerbangan internasional dipindahkan ke Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Namun untuk penerbangan domestik, bandara Kemayoran masih aktif melayani.
Sebab terlalu erat dengan Halim, maka pada 31 Maret 1985 Kemayoran ditutup dan tidak lagi beroperasi. Namun selaku gantinya, dibuatlah Bandara Soekarno-Hatta yang masih eksis sampai sekarang.