Mengenal Perangkat Lunak Berbahaya (Malicious Software)

Komputer yakni sebuah alat yang seluruh kemampuannya dikendalikan oleh software, berbagai jenis-jenis acara yang tersedia, bahkan virus adalah salah satu jenis software. Sayang sekali jenis software yang satu ini nyaris seluruhnya memiliki efek dan ditujukan untuk hal-hal yang bersifat merugikan orang yang komputernya tertular virus komputer. Virus komputer memiliki banyak sekali kemampuan dasar diantaranya adalah kemampuan memanipulasi, kesanggupan untuk memperbanyak diri, dan sebagainya. Virus melakukan pekerjaan dengan mempergunakan fungsi-fungsi operating system yang tersembunyi dan juga memanfaatkan celah-celah yang ada dari acara tertentu, disamping itu menciptakan virus memerlukan wawasan perihal sistem komputer melakukan pekerjaan dan kemampuan pemrograman. Beberapa sumber pustaka mengelompokkan virus menurut kriteria tertentu, umumnya untuk setiap jenis tersebut mempunyai ciri khas tersendiri yang umum ditemui. Hal inilah yang perlu diperhatikan agar kita dapat melakukan pencegahan kepada serangan virus-virus komputer.

Kemampuan Dasar Virus Komputer

Definisi umum virus komputer yaitu acara komputer yang biasanya berskala kecil yang mampu meyebabkan gangguan atau kerusakan pada metode komputer dan memiliki beberapa kesanggupan dasar, diantaranya yakni:

  • Kemampuan untuk memperbanyak diri. Yakni kesanggupan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau disk-disk yang belum ditularinya, sehingga usang-kelamaan daerah penyebarannya kian luas.
  • Kemampuan untuk menyembunyikan diri. Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user.
  • Kemampuan untuk menyelenggarakan manipulas.
  • Kemampuan untuk mendapatkan berita. Yakni kesanggupan untuk mendapatkan informasi ihwal struktur media penyimpanan mirip letak boot record orisinil, letak tabel partisi, letak FAT3, posisi sebuah file, dan sebagainya.
  • Kemampuan untuk menyelidiki eksistensi dirinya. Sebelum menyusupi sebuah file virus mengusut eksistensi dirinya dalam file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. File yang belum tertular suatu virus pastinya tidak mengandung ID dari virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang berkali-kali pada suatu file yang serupa.
Perlindungan kepada virus komputer

Dengan kemajuan internet dan jaringan yang lain, virus komputer mampu menyebar lebih luas untuk menginfeksi korban-korbanya. Setiap hari beberapa virus gres timbul yang bisa merusak sistem komputer. Spesialis Anti-virus sangat susah untuk membuat update software mereka kepada virus baru yang selalu muncul. Virus mampu masuk ke dalam komputer dengan cara yang berbeda. Itulah mengapa tidak ada metode sederhana untuk melindungi metode komputer. Hanya ada serangkaian tindakan yang mampu menawarkan bantuan handal dari abses virus komputer.
Berikut langkah-langkah untuk melindungi PC dari bahaya virus:

  • Buatlah backup secara terencana. Tidak ada cara yang yang dibilang kondusif untuk bantuan dari serangan virus komputer. Pencipta virus sangat teratur menemukan lubang untuk menginfeksi virus ke komputer. Beberapa virus yang cukup berbahaya mampu merusak file data atau bahkan menghapus seluruh file system. Buatlah backup data secara terstruktur dan untuk memisahkan file-file dalam harddisk. Hal ini dapat membuat hard drive yang terpisah, kartu flash, compact disc atau perangkat lain selaku penyimpanan file yang dipilih. Untuk akomodasi backup, dapat menggunakan beberapa perangkat lunak backup otomatis.
  • Harus siap untuk menginstal operasi system. Ketika terinfeksi virus dapat sesegera mungkin untuk menginstall kembali system. Makin cepat membersihkan virus makin baik untuk keselamatan file.
  • Melindungi jaringan sambungan dengan Firewall. Firewall adalah sebuah software yang bekerja selaku blok koneksi potensial berbahaya yang menembus ke dalam tata cara untuk menangkal virus dari jaringan.
  • Gunakan antivirus. Menginstal antivirus yang hendak memudahkan metode untuk mencari dan meniadakan virus secara terencana. Contoh antivirus yang sering digunakan yakni Norton Antivirus, McAfee, Kaspersky, AVG dan SMADAV.
  • Memperbarui tata cara operasi Secara teratur. Segeralah untuk mengupdate model terbaru metode operasi. Hal ini dapat meningkatkan keselamatan dari system. Melakukan Update mampu menutupi lubang yang menjadi serangan virus.
  • Jangan menginstall apalagi memakai program yang mencurigakan. Periksa software-software yang telah terinstal, kadang-kadang software mampu menunjukkan hadiah virus ke tata cara. Usahakan tidak memakai program yang tidak resmi, terutama model cracked. Jangan membuka email yang tidak diketahui pengirimnya, apalagi mesti mendatangi link yang diberikan dalam email tersebut. Segera hapus demi ketentraman anda
  • Membatasi kanal ke komputer. Lindungi komputer dengan password.
  • Jika menggunakan Internet Explorer, coba berpindah menggunakan browser lain. IE telah dimengerti memiliki kekurangan, para pembuat virus mempergunakan hal ini untuk berbagi virus. Banyak browser lain yang pantas dicoba. Sebagai acuan Mozilla Firefox, Chrome, ataupun Opera.
  • Gunakan perlindungan spam. Virus sering didistribusikan melalui email. Untuk hal ini dapat memakai suatu filter spam pada email. Karena kebanyakan spam mengandung virus maka tindakan ini dapat menghindarkan dari virus computer.
Pengendalian Program Terhadap Ancaman Lain

Keamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian tata cara berita, yang dimaksudkan untuk menghalangi bahaya terhadap metode serta untuk mendeteksi dan membetulkan akibat segala kerusakan sistem. Jenis-jenis ancaman atau gangguan lain adalah:

  • Serangan Pasif. Tipe serangan ini yaitu analisa trafik, memonitor komunikasi terbuka, memecah arahan trafik yang dienkripsi, dan menangkap gosip untuk proses otentifikasi (contohnya password).
  • Serangan Aktif. Tipe serangan ini berusaha membongkar metode pengawalan, contohnya dengan memasukan arahan-kode berbahaya (malicious code), mencuri atau memodifikasi isu. Sasaran serangan aktif ini termasuk penyusupan ke jaringan backbone, eksploitasi gosip di tempat transit, penetrasi elektro, dan menghadang saat pengguna akan melakukan koneksi jarak jauh.
  • Serangan Jarak Dekat. Dalam tipe serangan ini, hacker secara fisik berada dekat dari peranti jaringan, tata cara atau fasilitas infrastruktur. Serangan ini bertujuan memodifikasi, menghimpun atau memblok kanal pada informasi. Tipe serangan jarak erat ini biasanya dijalankan dengan masuk ke lokasi secara tidak sah.
  • Orang Dalam. Tipe serangan ini bisa diakibatkan oleh orang di dalam organisasi, baik yang disengaja dan tidak disengaja. Jika dikerjakan dengan sengaja, maksudnya untuk mencuri, menghancurkan informasi, memakai info untuk kejahatan atau memblok saluran kepada gosip. Serangan orang dalam yang tidak disengaja lebih disebabkan sebab kecerobohan pengguna, tidak ada maksud jahat dalam tipe serangan ini.
  • Serangan Distribusi. Dalam tipe serangan ini, hacker dapat menyusupkan sejumlah aba-aba ke produk sehingga membuka celah keselamatan yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan illegal. Tujuan serangan ini adalah untuk memodifikasi peranti keras atau peranti lunak pada saat buatan di pabrik sehingga bisa disalahgunakan di lalu hari.
  • Cyber Crime. Perkembangan Internet dan umumnya dunia cyber tidak selamanya menciptakan hal-hal yang postif. Salah satu hal negatif yang ialah efek sampingannya antara lain ialah kejahatan di dunia cyber atau cybercrime.

Berdasarkan beberapa ancaman luar tersebut, ada beberapa cara menangani bahaya atau gangguan tersebut yakni:

  1. Pengendalian terusan.
    Pengendalian terusan mampu diraih dengan tiga langkah, yaitu:
    • Identifikasi pemakai (user identification).
      Mula-mula pemakai mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan menawarkan sesuatu yang diketahuinya, mirip kata sandi atau password. Identifikasi tersebut mampu meliputi lokasi pemakai, mirip titik masuk jaringan dan hak jalan masuk telepon.
    • Pembuktian keaslian pemakai (user authentication).
      Setelah melalui kenali pertama, pemakai dapat menunjukan hak akses dengan menyediakan sesuatu yang ia punya, seperti kartu id (smart card, token dan identification chip), tanda tangan, suara atau pola ucapan.
    • Otorisasi pemakai (user authorization).
      Setelah melewati investigasi kenali dan pembuktian keaslian, maka orang tersebut dapat diberi hak wewenang untuk mengakses dan melakukan perubahan dari suatu file atau data.
  2. Memantau adanya serangan pada tata cara.
    Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya penyusup yang masuk ke dalam metode (intruder) atau adanya serangan (attack) dari hacker. metode ini lazimdisebut “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu admin melalui e-mail atau lewat prosedur lain. Terdapat berbagai cara untuk mengawasi adanya penyusup. Ada yang bersifat aktif dan pasif. IDS cara yang pasif contohnya dengan melakukan pemantauan pada log file.
  3. Penggunaan enkripsi
    Salah satau mekanisme untuk mengembangkan keamanan tata cara ialah dengan menggunakan teknologi enkripsi data. Data-data yang diantarkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah dikenali oleh orang lain yang tidak berhak.

Referensi:
– Charles P. Pfleeger; Shari Lawrence Pfleeger; 2006; Security in Computing; 4th Edition; RAND Corporation
– Matt Bishop. 2002. Computer Security: Art and Science. Addison Wesley.