Jaket Kulit Branded Import Vs Jaket Kulit Setempat

Hari ini secara tidak sengaja aku membaca suatu postingan perihal jaket kulit branded yang jadi incaran para rider dan bikers serta golongan menengah ke atas (kelompok berduit). Sebagai penggemar jaket kulit, saya menjadi ingin tau apa sih keunggulan jaket kulit branded jika dilihat dari berbagai segi? Sebelumnya saya menjajal mencari isu di internet dan sengaja jalan-jalan ke toko jaket kulit import di tempat Bandung – Jawa Barat.
 Hari ini secara tidak sengaja saya membaca sebuah artikel tentang  Jaket Kulit Branded Import VS Jaket Kulit Lokal
Jaket kulit asli ialah jaket dengan materi dasar kulit binatang, umumnya ialah kulit domba dan sapi. Alasan dipakainya kulit domba atau sapi adalah alasannya adalah karakternya yang sangat sesuai dipakai sebagai bahan jaket. Di Indonesia para pengrajin dan produsen jaket kulit secara biasa membagi grade atau tingkatan jaket kulit menjadi beberapa tingkatan menurut mutu, ialah kriteria, dan super.

Perbedaan Jaket Kulit Branded vs Jaket Kulit Lokal

Secara sepintas, aku memperoleh perbedaan yang sangat kentara, ialah jaket kulit branded dikontrol secara professional dan modern, sehingga secara kasat mata kelihatan lebih WAH, jika dibanding jaket kulit local. Tapi yang perlu digaris bawahi adalah jaket kulit local juga sedang mengalami kala transisi dimana banyak bermunculan produsen dan usahawan jaket kulit yang mengemas jaket kulit buatannya secara modern dan berkualitas.
Berikut yang bisa saya simpulkan argumentasi mengapa jaket kulit branded/import lebih banyak digemari kalangan menengah ke atas dibanding jaket kulit local, dilihat dari berbagai segi:
  • Kualitas. Jika dibandingkan secara keseluruhan, maka terang jaket kulit local kalah dengan jaket kulit branded atau import. Karena jaket kulit branded diatur secara terbaru, maka jaket kulit yang dihasilkannya pun sudah terstandar dengan baik. Berbeda dengan jaket kulit local pada umumnya yang masih bersifat tradisional, dan lebih mementingkan laba instan. Tapi kalau kita jeli dan mau sedikit berupaya lagi bergotong-royong ada juga produsen jaket kulit lokal yang sudah menerapkan cara bisnis modern dengan menciptakan tolok ukur mutu yang bagus, serta proses quality control yang bagus.
  • Gengsi. Ini juga berperan sungguh besar kenapa kelompok menengah atas memilih berbelanja jaket kulit branded/import dibanding jaket kulit local. Seperti kita ketahui kelompok berduit lebih mementingkan gaya tanpa terlalu mempedulikan harga. Mereka lazimnya berpikir bahwa sesuatu yang branded dan import ialah jaminan mutu dan bergengsi jikalau dibanding dengan jaket kulit local. Padahal, jika mau sedikit berusaha jaket kulit local pun tidak kalah kualitasnya dibanding jaket kulit branded. Hanya saja mereka tidak terlampau ambil sakit kepala dengan branding yang bisa mengangkat gengsi dari jaket kulit mereka.
  • Harga. Kisaran harga jaket kulit branded/import adalah sekitar 4-belasan juta. Bandingkan dengan jaket kulit local yang kisaran harganya yaitu sekitar 800rb-2jt an. Perbedaan harganya sungguh sungguh jauh, namun ini justru menjadi pesona tersendiri untuk kelompok menengah ke atas. Di

    Indonesia ada pandangan bahwa “Ada harga, ada kualitas”. Ini tidaklah salah, namun tidak juga sepenuhnya betul. Jika kita menyaksikan secara bijak, maka bisa saja kita mendapatkan jaket kulit local dengan mutu setara atau mungkin lebih elok dengan jaket kulit branded/import, tapi dengan harga yang lebih hemat biaya, bila kita mau sedikit usaha untuk mencari dan memiliki sedikit pengetahuan wacana kualitas jaket kulit.

  • Model. Ada yang menyatakan bahwa model jaket kulit branded/import lebih keren. Padahal sebenarnya para pengrajin dan produsen local pun bisa menciptakan model seperti versi jaket kulit branded dengan tingkat kemiripan yang sangat mirip atau bahkan lebih keren dari versi aslinya. Hanya saja yang harus kita akui adalah ke originalitas an model jaket kulit local memang masih sungguh jauh jika dibanding jaket kulit branded. Para produsen jaket kulit local umumnya tidak terlalu memperhatikan desain atau versi, dan kebanyakan cuma meniru model yang sudah ada. Sedangkan jaket kulit branded lazimnya sangat serius dalam menentukan model dan rancangan. Mereka memiliki desainer khusus yang mau merancang versi jaket kulit khusus buat hasil produksi mereka.
Kaprikornus bila boleh saya simpulkan, jaket kulit local bikinan anak negeri sebenarnya tidak kalah dengan produk jaket kulit branded/import. Hanya saja para produsen jaket kulit local dikala ini masih jarang yang peduli dengan kemajuan jaman yang menuntut mereka untuk mengorganisir bisinis secara lebih terbaru. Jika mau berkompetisi dan mengungguli jaket kulit branded/import, maka mau tak inginmereka mesti mulai memikirkan branding, serta ke-originalitas-an model jaket kulit yang mereka buatan. Serta harus mulai dipikirkan perihal standar mutu yang ditawarkan, sehingga akan menciptakan produk jaket kulit local lebih diminati pasar menengah keatas, atau bahkan mampu bersaing di pasar international.
Terakhir, adalah lebih bijak jikalau dilihat dari segala sisi yang aku bahas diatas, adalah lebih bijak jikalau kita lebih memprioritaskan jaket kulit local, dibanding jaket kulit branded/import. Dengan berbelanja jaket kulit local, kita ikut andil dalam membangun ekonomi di sector industry yang mau membantu perkembangan ekonomi bangsa dalam skala nasional.
Sebagai rekomendasi produk local yang menurut aku patokan kualitasnya telah cantik, silahkan kunjungi web: http://tokojaketkulit.net