5 Hal Penting Untuk Menciptakan Pendahuluan Yang Baik Dan Benar

Tujuan dalam penulisan pendahuluan yaitu memberikan citra secara rincian dari observasi yang Anda lakukan. Berbeda dengan penulisan absurd, penulisan pendahuluan mesti detail mulai dari persoalan secara lazim hingga hasil penelitian yang diharapkan. Meskipun demikian, menulis pendahuluan tidak boleh terlalu panjang, terlampau banyak paragraf, atau bertele-tele. Jika memungkinkan, cukup tuliskan 5 paragraf saja, namun telah mencakup semua hal secara detail. Oleh alasannya itu amati 5 hal penting yang wajib diterangkan pada pendahuluan berikut ini. 


(Baca Juga: Panduan Menulis Abstrak pada Scientific Paper)

5 Important Point for Make an Introduction

Paragraf 1: Masalah Secara Umum

Pendahuluan lazimnya lebih ditekankan pada pembahasan urgensi dilema yang mau diatasi. Biasanya urgensi masalah akan disampaikan pada paragraf pertama. Pada paragraf ini, jelaskan dilema secara umum pemahaman dari masalah Anda. Selain itu perjelas lagi dengan menjelaskan mengapa masalah tersebut sangat penting untuk terselesaikan. Jangan lupa menambahkan sumber atau sitasi yang menerangkan bahwa dilema tersebut ialah fakta dan betul-betul terjadi.

(Baca Juga: 7 Tips Jitu Lolos Jurnal Scopus)

Paragraf 2: Masalah Secara khusus

Setelah menerangkan gambaran persoalan secara umum pada paragraf pertama, pada paragraf kedua jelaskan persoalan yang hendak diatasi secara khusus. Khusus disini dalam artian pembahasan masalahnya telah menjurus pada objek yang mengalami problem. Jelaskan objek apa yang akan diteliti, mulai dari pemahaman, rincian dilema pada objek tersebut, dan alasan mengapa Anda ingin menyelesaikan duduk perkara pada objek tersebut.
Notabene: Jika pada Masalah Secara Khusus terdapat fakta maka lebih baik bila mencantumkan sumber atau sitasi yang menunjukan bahwa duduk perkara tersebut benar-benar terjadi.

(Baca Juga: Tutorial Insert Citation dan Bibliography Menggunakan Mendeley Desktop)

Paragraf 3: Solusi yang Sudah Ada (Current Solution)

Selanjutnya yang wajib ditulis pada pendahuluan yakni solusi yang sudah ada (current solution). Mengamati solusi yang telah ada dapat dilaksanakan dengan membaca observasi terdahulu yang sejenis dengan penelitian yang Anda lakukan. Tulis beberapa solusi yang sudah Anda peroleh dan jangan lupa sisipkan sitasi pada akhir kalimat atau akhir paragraf.
Biasanya Penelitian terdahulu yang dibahas pada pendahuluan yakni observasi yang berhubungan dengan metode yang digunakan untuk menuntaskan duduk perkara Anda. Isi dari penelitian terdahulu yang mesti Anda tuliskan yakni kelebihan atau kelemahan dari observasi terdahulu tersebut.

Paragraf 4: Kekurangan/Kelebihan dari Solusi yang Sudah Ada (Strength or Weakness)

Paragraf ini ialah lanjutan dari paragraf ke-3. Jika Anda telah mempunyai citra mengenai metode yang digunakan dari hasil observasi terdahulu, Anda mampu mengambil salah satu sisi untuk dibahas diparagraf ke-4 yaitu kelebihan atau kekurangannya.
Jika Anda akan membicarakan kelemahan dari penelitian terdahulu, maka yang dibahas pada paragraf ini adalah gap atau celah yang kita temukan pada observasi terdahulu. Dan celah tersebut akan kita selesaikan atau kita perbaiki pada observasi ketika ini. Celah pada observasi terdahulu mampu berupa kelemahan dalam pemilihan tata cara, kelemahan dalam pemodelan solusi, kekurangan dalam hal data, atau kelemahan dalam akurasi hasil penelitian.
Jika Anda akan membicarakan keunggulan dari penelitian terdahulu, maka pada paragraf ini jelaskan apa keunggulan dari penelitian tersebut. Keunggulan tersebut bisa kita jadikan acuan untuk diimplementasikan pada penelitian Anda dikala ini. Kelebihan yang mampu Anda ambil misalnya pemodelan tata cara atau pemodelan data yang memperlihatkan hasil penelitian yang bagus. 
Hasil observasi yang bagus, utamanya di bidang ilmu komputer memiliki beberapa bukti yang mampu dihitung dengan akurasi atau statistical verification yang lain.
How to Write Previous Research

Sebagai catatan: Terkadang dibutuhkan satu sub bab tersendiri untuk membahas penelitian terdahulu jikalau ada banyak hal yang hendak dibahas. Selain itu, jika penelitian terdahulu yang ingin Anda bahas lebih dari tiga paper lebih baik menyertakan sub bagian tersendiri.

Paragraf 5: Solusi yang Diajukan

Setelah Anda menerangkan kelebihan atau kelemahan dari observasi terdahulu, maka langkah selanjutnya yakni memberikan bagaimana solusi yang Anda olok-olokan. Jika Anda membicarakan kelemahan dari sistem yang dipakai pada observasi terdahulu, maka pada penelitian Anda ketika ini sebutkan tata cara baru yang Anda ajukan untuk menyelesaikan dilema tersebut. 
Jika Anda membahas kelebihan dari observasi terdahulu, maka pada penelitian Anda saat ini Anda bisa menggunakan tata cara yang sama untuk menuntaskan duduk perkara pada objek observasi Anda. Setelah itu, tambahkan penjelasan pemodelan sistem yang Anda ajukan secara singkat serta data yang Anda gunakan secara singkat.

(Baca Juga: 7 Tips Jitu Lolos Jurnal Scopus)

Sebagai catatan, ada beberapa penelitian yang memadukan klarifikasi problem lazim dan masalah khusus dalam satu paragraf. Hal tersebut pastinya tidak duduk perkara, selama penyampaian dalam satu paragraf tersebut telah bisa memenuhi semua hal yang ingin disampaikan.
Penjelasan Versi Video:


Penulis: Ida Wahyuni, S.Kom., M.Kom.