Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

idartikel.com – Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Majas dapat digunakan dalam berbagai macam tulisan atau percakapan untuk menambah daya tarik dan membuatnya lebih menarik untuk dibaca atau didengar. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara detail tentang pengertian majas, jenis-jenis, serta contohnya.

Pengertian Majas

Majas dapat didefinisikan sebagai bentuk bahasa yang digunakan untuk memberikan efek tertentu pada pembicaraan atau tulisan. Dalam bahasa Inggris, majas sering disebut dengan istilah ‘figure of speech’. Majas mempunyai kekuatan untuk membuat tulisan atau percakapan lebih menarik dan dapat mempengaruhi perasaan pembaca atau pendengar.

Majas sering kali digunakan dalam berbagai macam tulisan seperti puisi, prosa, dan cerita pendek. Selain itu, majas juga sering digunakan dalam pembicaraan atau presentasi untuk menambah daya tarik dan mempertajam pesan yang ingin disampaikan.

Jenis-Jenis Majas

Ada banyak jenis majas yang dapat digunakan dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa jenis majas yang sering digunakan:

  • Simile

Simile adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan tertentu. Simile sering menggunakan kata “seperti” atau “bagai” untuk membuat perbandingan.

Contoh:

Wajahnya putih seperti salju.
Ia berlari seperti angin yang kencang.

  • Metafora

Metafora adalah majas yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu secara tidak langsung. Dalam metafora, satu hal digunakan untuk mewakili hal lainnya yang memiliki kesamaan tertentu.

Contoh:

Hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang.
Dia adalah bunga yang sedang mekar.

  • Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang digunakan untuk memberikan sifat manusia pada objek yang tidak hidup atau hewan.

Contoh:

Pohon-pohon itu menari-nari mengikuti irama angin.
Bulan tersenyum di atas langit malam.

  • Hiperbola

Hiperbola adalah majas yang digunakan untuk memberikan penggambaran yang sangat berlebihan atau ekstrem.

Contoh:

Dia mempunyai senyum yang begitu indah sehingga bisa membuat dunia ini terbakar.
Anak itu mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam memecahkan soal matematika.

  • Ironi

Ironi adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan makna yang berbeda dengan apa yang sebenarnya dikatakan. Ironi sering digunakan untuk menyampaikan makna yang sarkastik atau sindiran.

Contoh:

Saya sangat senang membayar pajak setiap tahun.
Pertemuan ini sangat menyenangkan. (Saat pertemuan itu sebenarnya membosankan)

  • Alegori

Alegori adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau makna melalui kisah atau cerita yang memiliki arti lebih dalam.

Contoh:

Kura-kencana menangkap angin adalah alegori tentang kesulitan menyelesaikan masalah yang sulit dihadapi.

  • Metonimi

Metonimi adalah majas yang digunakan untuk menyebut suatu objek dengan kata yang serupa atau terkait dengannya.

Contoh:

Sudahkah kamu membaca Shakespeare? (Shakespeare di sini merujuk pada karya-karya Shakespeare)
Saya suka minum kopi di kedai itu. (Kedai di sini merujuk pada minuman kopi)

  • Sinestesia

Sinestesia adalah majas yang menggabungkan dua atau lebih indera manusia untuk membuat efek yang lebih kuat dan intens.

Contoh:

Suara gitar itu terasa seperti ciuman di telinga.
Warna kuning itu terasa seperti rasa asam di lidah.

  • Onomatope

Onomatope adalah majas yang digunakan untuk menirukan suara atau bunyi.

Contoh:

Kring, kring telepon berdering.
Meong, meong kucingnya menggonggong.

  • Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata yang berulang-ulang dalam sebuah kalimat, meskipun kata-kata itu sebenarnya tidak diperlukan.

Contoh:

Kembali lagi ke semula. (Kembali dan lagi sebenarnya memiliki arti yang sama)
Pergi keluar dari rumah. (Keluar sebenarnya sudah cukup untuk menjelaskan aksi yang dilakukan)

Contoh-contoh Majas dalam Puisi

Majas sering digunakan dalam puisi untuk memberikan efek yang lebih kuat dan intens. Berikut adalah beberapa contoh majas dalam puisi:

  1. Simile
    Hatiku bagai samudera luas.
    Lelaki itu tegas seperti baja.
  2. Metafora
    Hidup adalah roda yang berputar terus.
    Cinta adalah api yang tak pernah padam.
  3. Personifikasi
    Malam merintih kesepian.
    Angin mengeluh melintasi rerumputan.
  4. Hiperbola
    Matahari terbenam di ufuk yang begitu jauh.
    Aku bisa merasakan rasa sakit hingga ke akar rambutku.
  5. Ironi
    Aku sangat senang membayar pajak setiap tahun.
    Pertemuan ini sangat menyenangkan. (Saat pertemuan itu sebenarnya membosankan)
  6. Alegori
    Kisah tentang Kancil dan Buaya adalah alegori tentang kecerdikan dalam menghadapi musuh yang lebih kuat.

Majas adalah bentuk gaya bahasa yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Majas digunakan untuk memberikan efek tertentu pada tulisan atau pembicaraan, membuatnya lebih menarik dan intens. Ada banyak jenis majas yang dapat digunakan, antara lain simile, metafora, personifikasi, hiperbola, ironi, alegori, metonimi, sinestesia, onomatope, dan pleonasme. Contoh-contoh majas dalam puisi juga menunjukkan bahwa majas dapat digunakan untuk memperkuat pesan dan membuat puisi lebih menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *